JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl
<p>JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan menerbitkan artikel ilmiah pendidikan, Sosial dan Lingkungan berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. Jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Terbit 2 kali setiap tahun pada bulan Maret dan September.</p>STKIP Al-Amin Dompuen-USJPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan LingkunganHubungan Persepsi Aksesibilitas Ruang Terbuka Hijau Kampus dengan Frekuensi Pemanfaatan oleh Mahasiswa untuk Kegiatan Belajar di Universitas Siliwangi
https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/108
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas, kenyamanan, dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Universitas Siliwangi sebagai ruang belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil survei, 75% responden menyatakan RTH mudah dijangkau dan 65% menilai aksesnya ramah bagi semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Fasilitas pendukung seperti tempat duduk, colokan listrik, dan Wi-Fi dinilai masih kurang memadai (55%). Sebanyak 60% responden menilai suasana RTH nyaman untuk belajar, sementara 90% merasa aman beraktivitas di area tersebut. Sebagian besar mahasiswa (65%) memanfaatkan RTH untuk belajar dalam sebulan terakhir. Responden menyarankan penambahan colokan listrik, jaringan Wi-Fi stabil, meja, kursi, serta area teduh agar RTH lebih layak digunakan. Secara keseluruhan, RTH Universitas Siliwangi memiliki potensi besar sebagai ruang belajar yang nyaman dan ramah lingkungan, namun masih memerlukan peningkatan fasilitas pendukung.</em></p>Salma Eka DwiyantiNaisya Rahma Salsabila
Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
2026-03-292026-03-2942111Pendidikan Anti Korupsi sebagai Sarana Penguatan Wawasan Kebangsaan dalam Mewujudkan Masyarakat Berintegritas
https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/131
<p><em>Korupsi masih menjadi permasalahan serius di Indonesia karena berdampak terhadap melemahnya supremasi hukum, rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, serta terhambatnya pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan anti korupsi sebagai sarana penguatan wawasan kebangsaan dalam mewujudkan masyarakat yang berintegritas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan cara mengkaji, menghubungkan, dan menafsirkan berbagai bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anti korupsi memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan. Pendidikan anti korupsi juga berkontribusi dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat kesadaran hukum, serta menciptakan budaya integritas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Implementasi pendidikan anti korupsi memerlukan dukungan lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah agar dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendidikan anti korupsi dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil, jujur, dan berintegritas.</em></p>Baharudin
Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
2026-04-302026-04-30425467Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbasis Kearifan Lokal terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X pada Materi Ekosistem
https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/129
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X pada materi ekosistem di SMAN 1 Woja tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment dan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X yang terdiri atas tiga kelas, dengan sampel penelitian dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas X3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X1 sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model CTL berbasis kearifan lokal, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis berbentuk soal esai yang diberikan pada akhir pembelajaran (posttest). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 86,9 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 75,1. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-hitung sebesar 13,214 > t-tabel 2,006, sehingga dapat disimpulkan bahwa model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem. Model pembelajaran ini terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, aktif, dan bermakna bagi siswa.</em></p>Rizka AwaluddinYully Muharyati
Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
2026-04-282026-04-28423244Analisis Kontribusi Organisasi Eco Bhinneka Muhammadiyah Terhadap Wacana Perubahan Iklim Pada Program SMILE
https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/112
<p><em>Perubahan iklim di Indonesia semakin menimbulkan banyak risiko bencana, gangguan kesehatan, dan ketimpangan kerentanan sehingga memerlukan respons yang tidak hanya teknis, tetapi juga etis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana etika Islam, yakni: tauhid, konsep khalifah, mīzān, dan larangan fasād berfungsi sebagai legitimasi moral bagi gerakan sosial ekoteologis, yang diinstitusikan oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah melalui program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice Through Ecofeminism), serta menjadi poin untuk menganalisis motif mobilisasi dan transformasi sosialnya. Metodologi: Penelitian menggunakan desain metode kualitatif pada studi kasus yang berbasis studi pustaka dan analisis dokumen, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi gerakan dan naskah praktik komunitas serta analisis tematik pada konten institusi. Temuan Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eco Bhinneka Muhammadiyah menerjemahkan doktrin etika ke dalam arsitektur gerakan triadik. Yakin: eco literacy, eco sociopreneurship, campaign–advocacy dan membumikan wacana keadilan iklim melalui ecofeminisme, praktik pengelolaan sampah, dan budaya zero waste. Penelitian ini memberikan integrasi etika Islam dan desain program yang memungkinkan isu iklim diproduksi menjadi pemahaman komunal dan praktik berulang. Nilai Penelitian: Agenda penguatan pendidikan ekoteologis berbasis etika islam yang dilakukan oleh Ecobhineka Muhammadiyah benar membentuk mobilisasi dan transformasi sosial untuk memperluas dampak gerakan.</em></p>Muhammad Rezky YanaputraRosa Adinda PutriDadang Kuswana
Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
2026-03-292026-03-29421220Pendekatan Kultural dalam Pendidikan Agama Islam Berbasis Budaya Lokal
https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/133
<p><em>Pendidikan agama Islam (PAI) menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era globalisasi akibat perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan penetrasi budaya global yang memengaruhi pola pikir serta perilaku generasi muda. Pembelajaran PAI yang cenderung formalistik dan berorientasi pada aspek kognitif dinilai belum sepenuhnya mampu menginternalisasikan nilai-nilai keislaman secara kontekstual dalam kehidupan peserta didik. Oleh karena itu, pendekatan kultural berbasis budaya lokal menjadi alternatif strategis dalam menciptakan pembelajaran agama yang lebih kontekstual dan relevan dengan realitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan kultural dalam pendidikan agama Islam berbasis budaya lokal, meliputi urgensi, relevansi, implementasi, kontribusi, dan tantangan penerapannya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis tematik terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh dari database Google Scholar, Scopus, DOAJ, dan Garuda Kemdiktisaintek. Literatur yang dianalisis merupakan artikel terbitan tahun 2019–2026 yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan kultural memiliki relevansi tinggi dalam pendidikan agama Islam karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Implementasi pendekatan ini dapat dilakukan melalui integrasi budaya lokal dalam materi pembelajaran, metode pembelajaran kontekstual, budaya sekolah religius, dan pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal. Pendekatan kultural juga berkontribusi terhadap penguatan karakter religius, identitas budaya, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, meskipun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi pendidik dan minimnya bahan ajar berbasis budaya lokal.</em></p>Purnamansyah
Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
2026-04-302026-04-30426878Analisis Teori Evolusi Charles Darwin Dan Herbert Spencer Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan Modern
https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/130
<p><em>Teori evolusi merupakan salah satu konsep penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, baik dalam bidang biologi maupun ilmu sosial. Charles Darwin mengembangkan teori evolusi biologis melalui mekanisme seleksi alam yang menjelaskan perubahan makhluk hidup berdasarkan proses adaptasi terhadap lingkungan. Sementara itu, Herbert Spencer menerapkan konsep evolusi ke dalam kehidupan sosial masyarakat melalui teori evolusi sosial yang menekankan perkembangan masyarakat dari bentuk sederhana menuju bentuk yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan, perbedaan, serta relevansi teori evolusi Darwin dan Spencer dalam perspektif ilmu pengetahuan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik terkait teori evolusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Darwin memiliki dasar ilmiah yang kuat dan terus didukung oleh perkembangan genetika, biologi molekuler, serta penelitian paleontologi modern. Di sisi lain, teori evolusi sosial Herbert Spencer memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sosiologi dan teori perubahan sosial, meskipun beberapa konsepnya, seperti survival of the fittest dalam konteks sosial, mendapat kritik karena dianggap dapat menimbulkan ketimpangan sosial. Dalam perspektif ilmu pengetahuan modern, kedua teori tersebut tetap memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami proses perubahan, adaptasi, dan perkembangan kehidupan maupun masyarakat.</em></p>aisyahHen Ardiansyah hend
Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
2026-03-292026-03-29424553Relevansi dan Tantangan Lembaga Pendidikan dalam Masyarakat Modern: Perspektif Sosiologi
https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/126
<p><em>Perkembangan masyarakat modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital dan perubahan sosial yang cepat menuntut lembaga pendidikan untuk terus beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi lembaga pendidikan serta mengetahui berbagai tantangan yang dihadapinya dalam masyarakat modern dari perspektif sosiologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur, melalui pengumpulan dan analisis data dari jurnal, buku, dan sumber ilmiah lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan masih memiliki peran penting sebagai tempat pembentukan pengetahuan, nilai, dan identitas sosial. Namun, pendidikan juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan akses teknologi, perbedaan kualitas pendidikan antar daerah, khususnya di wilayah 3T, serta perubahan karakter dan identitas peserta didik di era digital. Selain itu, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan memberikan peluang dalam pembelajaran, tetapi juga menimbulkan tantangan terkait kesiapan guru dan infrastruktur. Oleh karena itu, lembaga pendidikan perlu mampu menyeimbangkan tuntutan perkembangan zaman dengan fungsi sosialnya agar tetap relevan dan mampu menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.</em></p>Yunita AnjaniAchmad HufadYani Achdiani
Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
2026-04-282026-04-28422131