https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/issue/feedJPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan2026-07-27T15:06:04+00:00Aidinaidinsoromandi@gmail.comOpen Journal Systems<p>JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan menerbitkan artikel ilmiah pendidikan, Sosial dan Lingkungan berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. Jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Terbit 2 kali setiap tahun pada bulan Maret dan September.</p>https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/108Hubungan Persepsi Aksesibilitas Ruang Terbuka Hijau Kampus dengan Frekuensi Pemanfaatan oleh Mahasiswa untuk Kegiatan Belajar di Universitas Siliwangi2025-12-02T02:22:38+00:00Salma Eka Dwiyanti242170111060@student.unsil.ac.idNaisya Rahma Salsabila242170111049@student.unsil.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas, kenyamanan, dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Universitas Siliwangi sebagai ruang belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil survei, 75% responden menyatakan RTH mudah dijangkau dan 65% menilai aksesnya ramah bagi semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Fasilitas pendukung seperti tempat duduk, colokan listrik, dan Wi-Fi dinilai masih kurang memadai (55%). Sebanyak 60% responden menilai suasana RTH nyaman untuk belajar, sementara 90% merasa aman beraktivitas di area tersebut. Sebagian besar mahasiswa (65%) memanfaatkan RTH untuk belajar dalam sebulan terakhir. Responden menyarankan penambahan colokan listrik, jaringan Wi-Fi stabil, meja, kursi, serta area teduh agar RTH lebih layak digunakan. Secara keseluruhan, RTH Universitas Siliwangi memiliki potensi besar sebagai ruang belajar yang nyaman dan ramah lingkungan, namun masih memerlukan peningkatan fasilitas pendukung.</em></p>2026-03-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkunganhttps://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/112Analisis Kontribusi Organisasi Eco Bhinneka Muhammadiyah Terhadap Wacana Perubahan Iklim Pada Program SMILE2025-12-18T00:22:50+00:00Muhammad Rezky Yanaputrarezkyyanaputra@gmail.comRosa Adinda Putrirosaadindaputri1@gmail.comDadang Kuswanadadangkuswana5@gmail.com<p><em>Perubahan iklim di Indonesia semakin menimbulkan banyak risiko bencana, gangguan kesehatan, dan ketimpangan kerentanan sehingga memerlukan respons yang tidak hanya teknis, tetapi juga etis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana etika Islam, yakni: tauhid, konsep khalifah, mīzān, dan larangan fasād berfungsi sebagai legitimasi moral bagi gerakan sosial ekoteologis, yang diinstitusikan oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah melalui program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice Through Ecofeminism), serta menjadi poin untuk menganalisis motif mobilisasi dan transformasi sosialnya. Metodologi: Penelitian menggunakan desain metode kualitatif pada studi kasus yang berbasis studi pustaka dan analisis dokumen, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi gerakan dan naskah praktik komunitas serta analisis tematik pada konten institusi. Temuan Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eco Bhinneka Muhammadiyah menerjemahkan doktrin etika ke dalam arsitektur gerakan triadik. Yakin: eco literacy, eco sociopreneurship, campaign–advocacy dan membumikan wacana keadilan iklim melalui ecofeminisme, praktik pengelolaan sampah, dan budaya zero waste. Penelitian ini memberikan integrasi etika Islam dan desain program yang memungkinkan isu iklim diproduksi menjadi pemahaman komunal dan praktik berulang. Nilai Penelitian: Agenda penguatan pendidikan ekoteologis berbasis etika islam yang dilakukan oleh Ecobhineka Muhammadiyah benar membentuk mobilisasi dan transformasi sosial untuk memperluas dampak gerakan.</em></p>2026-03-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkunganhttps://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/126Relevansi dan Tantangan Lembaga Pendidikan dalam Masyarakat Modern: Perspektif Sosiologi2026-04-28T13:51:06+00:00Yunita Anjaniyunitaanjani1@student.upi.eduAchmad Hufadachmad@gmail.comYani Achdianiyani@gmail.com<p><em>Perkembangan masyarakat modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital dan perubahan sosial yang cepat menuntut lembaga pendidikan untuk terus beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi lembaga pendidikan serta mengetahui berbagai tantangan yang dihadapinya dalam masyarakat modern dari perspektif sosiologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur, melalui pengumpulan dan analisis data dari jurnal, buku, dan sumber ilmiah lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan masih memiliki peran penting sebagai tempat pembentukan pengetahuan, nilai, dan identitas sosial. Namun, pendidikan juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan akses teknologi, perbedaan kualitas pendidikan antar daerah, khususnya di wilayah 3T, serta perubahan karakter dan identitas peserta didik di era digital. Selain itu, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan memberikan peluang dalam pembelajaran, tetapi juga menimbulkan tantangan terkait kesiapan guru dan infrastruktur. Oleh karena itu, lembaga pendidikan perlu mampu menyeimbangkan tuntutan perkembangan zaman dengan fungsi sosialnya agar tetap relevan dan mampu menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.</em></p>2026-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkunganhttps://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/129Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbasis Kearifan Lokal terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X pada Materi Ekosistem 2026-05-17T02:46:06+00:00Rizka Awaluddinrizkaawaluddin30@gmail.comYully Muharyatiyully@gmai.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X pada materi ekosistem di SMAN 1 Woja tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment dan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X yang terdiri atas tiga kelas, dengan sampel penelitian dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas X3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X1 sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model CTL berbasis kearifan lokal, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis berbentuk soal esai yang diberikan pada akhir pembelajaran (posttest). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 86,9 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 75,1. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-hitung sebesar 13,214 > t-tabel 2,006, sehingga dapat disimpulkan bahwa model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem. Model pembelajaran ini terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, aktif, dan bermakna bagi siswa.</em></p>2026-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkunganhttps://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/146Analisis Teori Evolusi Charles Darwin dan Herbert Spencer dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan Modern 2026-07-05T11:56:24+00:00Aidinaidinbimasoromandi@gmail.comHen Ardiansyahhenardiansyah123@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Teori evolusi merupakan salah satu konsep penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan<br />modern, baik dalam bidang biologi maupun ilmu sosial. Charles Darwin mengembangkan teori<br />evolusi biologis melalui mekanisme seleksi alam yang menjelaskan perubahan makhluk hidup<br />berdasarkan proses adaptasi terhadap lingkungan. Sementara itu, Herbert Spencer menerapkan<br />konsep evolusi ke dalam kehidupan sosial masyarakat melalui teori evolusi sosial yang<br />menekankan perkembangan masyarakat dari bentuk sederhana menuju bentuk yang lebih<br />kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan, perbedaan, serta relevansi teori<br />evolusi Darwin dan Spencer dalam perspektif ilmu pengetahuan modern. Metode penelitian yang<br />digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis<br />melalui pengkajian berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik terkait teori evolusi. Hasil<br />kajian menunjukkan bahwa teori Darwin memiliki dasar ilmiah yang kuat dan terus didukung oleh<br />perkembangan genetika, biologi molekuler, serta penelitian paleontologi modern. Di sisi lain, teori<br />evolusi sosial Herbert Spencer memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sosiologi dan<br />teori perubahan sosial, meskipun beberapa konsepnya, seperti survival of the fittest dalam konteks<br />sosial, mendapat kritik karena dianggap dapat menimbulkan ketimpangan sosial. Dalam perspektif<br />ilmu pengetahuan modern, kedua teori tersebut tetap memiliki pengaruh besar terhadap<br />perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami proses perubahan, adaptasi, dan<br />perkembangan kehidupan maupun masyarakat.</span> </p>2026-03-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkunganhttps://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/131Pendidikan Anti Korupsi sebagai Sarana Penguatan Wawasan Kebangsaan dalam Mewujudkan Masyarakat Berintegritas2026-05-23T14:32:43+00:00Baharudinbaharudinbima99@gmail.com<p><em>Korupsi masih menjadi permasalahan serius di Indonesia karena berdampak terhadap melemahnya supremasi hukum, rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, serta terhambatnya pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan anti korupsi sebagai sarana penguatan wawasan kebangsaan dalam mewujudkan masyarakat yang berintegritas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan cara mengkaji, menghubungkan, dan menafsirkan berbagai bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anti korupsi memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan. Pendidikan anti korupsi juga berkontribusi dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat kesadaran hukum, serta menciptakan budaya integritas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Implementasi pendidikan anti korupsi memerlukan dukungan lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah agar dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendidikan anti korupsi dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil, jujur, dan berintegritas.</em></p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkunganhttps://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/133Pendekatan Kultural dalam Pendidikan Agama Islam Berbasis Budaya Lokal2026-05-26T13:05:49+00:00Purnamansyahpurnamansyah88@gmail.com<p><em>Pendidikan agama Islam (PAI) menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era globalisasi akibat perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan penetrasi budaya global yang memengaruhi pola pikir serta perilaku generasi muda. Pembelajaran PAI yang cenderung formalistik dan berorientasi pada aspek kognitif dinilai belum sepenuhnya mampu menginternalisasikan nilai-nilai keislaman secara kontekstual dalam kehidupan peserta didik. Oleh karena itu, pendekatan kultural berbasis budaya lokal menjadi alternatif strategis dalam menciptakan pembelajaran agama yang lebih kontekstual dan relevan dengan realitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan kultural dalam pendidikan agama Islam berbasis budaya lokal, meliputi urgensi, relevansi, implementasi, kontribusi, dan tantangan penerapannya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis tematik terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh dari database Google Scholar, Scopus, DOAJ, dan Garuda Kemdiktisaintek. Literatur yang dianalisis merupakan artikel terbitan tahun 2019–2026 yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan kultural memiliki relevansi tinggi dalam pendidikan agama Islam karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Implementasi pendekatan ini dapat dilakukan melalui integrasi budaya lokal dalam materi pembelajaran, metode pembelajaran kontekstual, budaya sekolah religius, dan pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal. Pendekatan kultural juga berkontribusi terhadap penguatan karakter religius, identitas budaya, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, meskipun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi pendidik dan minimnya bahan ajar berbasis budaya lokal.</em></p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkunganhttps://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/139Penerapan E-Booklet Berbasis Kearifan Lokal Dompu dengan Model PjBL pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa SMAN 3 Woja2026-06-13T13:27:49+00:00Adiprasetio Prabowoadiprasetio750@gmail.com<p><em>Penelitian ini sangat penting dilakukan sebagai solusi utama dari kurangnya media dan model pembelajaran yang relevan dengan konteks pendidikan saat ini. Penelitian ini menerapkan media e-booklet berbasis kearifan lokal Dompu yang diintegrasikan dengan model PjBL untuk menumbuhkan motivasi belajar. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal Dompu apa saja yang relevan dengan kompetensi dasar pada pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan e-booklet dengan model PjBL, mendeskripsikan bentuk dan karakteristik e-booklet yang dikembangkan berbasis kearifan lokal dengan model PjBL pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa SMAN 3 Woja dan menjabarkan tingkat keefektifan e-booklet berbasis kearifan lokal dengan model PjBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menghasilkan produk atau karya siswa SMAN 3 Woja.</em><em>Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis dan McTaggart. </em><em>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan e-booklet berbasis kearifan lokal Dompu dengan model project based learning (PjBL) pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas X SMAN 3 Woja efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.</em></p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkunganhttps://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/145Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Capaian Rapor Pendidikan Sekolah Dasar di Kabupaten Dompu 2026-07-01T12:52:56+00:00Mujiono Sang Putramujionoputra88@gmail.comSwandi Swandiswandi123@gmail.com<p><em>Rapor Pendidikan merupakan instrumen evaluasi nasional yang menyediakan informasi komprehensif mengenai mutu satuan pendidikan dan menjadi dasar dalam penyusunan program peningkatan mutu sekolah. Keberhasilan pemanfaatan Rapor Pendidikan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program berbasis data. Namun, kajian yang mengkaji praktik kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan capaian Rapor Pendidikan, khususnya pada sekolah dasar di Kabupaten Dompu, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik kepemimpinan kepala sekolah, strategi yang diterapkan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan capaian Rapor Pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi multikasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis dokumen Rapor Pendidikan yang melibatkan kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, operator sekolah, dan komite sekolah. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan capaian Rapor Pendidikan didukung oleh pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data, penguatan kepemimpinan instruksional melalui supervisi akademik, pengembangan budaya kolaboratif, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berbasis data menjadi faktor strategis dalam meningkatkan mutu sekolah dan menghasilkan model kepemimpinan yang dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan peningkatan capaian Rapor Pendidikan secara berkelanjutan..</em></p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkunganhttps://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/149Pencapaian Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di SDN 10 Kilo2026-07-14T04:59:11+00:00Nursaidah Nursaidahnursaidah@gmail.comMoh. Zalhairi Moh. Zalhairizalhairi123@gmail.comAdiprasetio Prabowo Adiprasetio Prabowoadiprasetio1993@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejauh mana peranan Gerakan literasi sekolah (GLS) dalam upaya meningkatkan minat baca siswa SDN 10 Kilo yang berada di pesisir utara Kabupaten Dompu dan termasuk dalam wilayah pedesaan. </em><em>Sekolah yang berlokasi di pedesaan tentu memiliki beberapa tantangan jika dibandingkan dengan sekolah yang berada di pusat perkotaan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis kualitatif dengan menggunakan metode observasi dan teknik rekam, simak, dan catat dalam pengumpulan data. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam meningkatkan minat baca siswa SDN 10 Kilo belum berjalan secara optimal. Laporan mingguan daftar pengunjung perpustakaan sekolah yang diambil sekitar bulan Juli tahun 2025 saat penelitian ini diselenggarakan menunjukkan jumlah pengunjung perpustakaan masih sangat minim. Kesadaran membaca juga belum terbentuk secara maksimal sehingga perlu perbaikan dalam pelaksanaannya.</em></p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkunganhttps://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/153Students' Vocabulary Learning Strategies in the English Education Program at STKIP Al Amin Dompu: A Qualitative Study2026-07-27T15:06:04+00:00Putu Dewi Novita Sari Putu Dewi Novita Sariputudewinovitasari@gmail.comMasita MasitaMasita.ince@gmail.comPutri Ayuningtyas Putri AyuningtyasPutriayuningtyas1989@gmail.com<p><em>Vocabulary knowledge is a cornerstone of English language proficiency, yet many EFL students struggle with vocabulary acquisition. This qualitative study explores the vocabulary learning strategies (VLS) employed by students in the English Education Program at STKIP Al Amin Dompu. Using a phenomenological approach, data were collected through semi-structured interviews with twelve second-semester students. Thematic analysis revealed that students employ a range of strategies across Schmitt's (1997) taxonomy, including determination strategies (bilingual dictionary use, contextual guessing), social strategies (consulting teachers and peers), memory strategies (repetition, note-taking), cognitive strategies (media engagement), and metacognitive strategies (self-monitoring). However, students predominantly relied on surface-level strategies such as bilingual dictionary use and verbal repetition, while deeper processing strategies like systematic goal-setting and contextual analysis were underutilized. Key challenges included limited awareness of diverse strategies, difficulties in vocabulary retention, and the gap between declarative knowledge of strategies and their consistent application. The findings suggest pedagogical implications for explicit VLS training to foster autonomous, self-regulated vocabulary learning among EFL students in Indonesian higher education.</em></p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan