Budaya Hadrah Dalam Upacara Adat di Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima (Kajian Literasi Budaya Lokal Bima)

Authors

  • Ardiansyah Bima Universitas Pendidikan Ganesha
  • Mujiono Sang Putra Universitas Pendidikan Ganesha

Keywords:

Budaya Hadrah, Upacara Adat, Desa Simpasai

Abstract

Pokok masalah tentang bagaimana Budaya Hadrah dalam Upacara Adat di           Desa Simpasai? .Adapun sub masalah yaitu : sejarah lahirnya Budaya Hadrah?. Bagaimana proses pelaksanaan Budaya Hadrah?. Tanggapan masyarakat tentang Budaya Hadarah?. Jenis penelitian ini tergolong penelitian Kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah, pendekatan Sejarah, Pendekatan Sosiologi, Pendekatan Antropologi dan pendekatan Agama, selanjutnya metode pengumpulan data dengan Menggunakan field research, penulis berusaha untuk mengemukakan mengenai objek yang dibicarakan sesuaikenyataan yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka pokok permasalahan Bagaimana Budaya Hadrah dalam Upacara Adat di Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. Agar pembahasan lebih terfokus maka penulis menjabarkan beberapa sub masalah yakni :1) Bagaimana eksistensi Budaya Hadrah dalam Upacara Adat di Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima?, 2) Bagaimana pelaksanaan Budaya Hadrah dalam Upacara Adat di Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima? 3 ) Bagaimana  pandangan masyarakat tentangm Budaya Hadrah terhadap masyarakat di Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima? Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan data dan wawancara bahwa mengenai adat istiadat dan Budaya Hadrah yang biasa dilaksanakan oleh masyarakat Bima. Tradisi ini merupakan suatu acara yang dilakukan apabila ada seseorang yang hajatan, maka keluarga yang melaksanakan hadrah. Sedang urusan upacara adat mempunyai aturan dalam agama islam, oleh sebab itu apabila kita boleh terlepas dari tuntunan serta petunjuk yang ada dan di benarkan menurut agama islam, karena agama bukanlah sebuah alat, akan tetapi sama sekali tidak menentang adat, sepanjang adat itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang telah dibenarkan agama. Oleh karena diharapkan supaya tradisi hadrah yang biasa dilaksanakan oleh masyarakat khususnya masyarakat Bima, adalah merupakan suatu adat yang berdasarkan dan dibenarkan merurut agama. Hadrah ditinjau dari nilai-nilai Islam pada prinsipnya tidak bertentangan dari syariat Islam.

References

Amin, Ahmad. Sejarah Pemerintahan dan Serba Serbi Kebudayaan Bima. Jilid II Amin, Ahmad. Sejarah Bima. Penerbit Kantor Kebudayaan Bima, 1971.

Arikunto, Suharsimi. Metodelogi Penelitian Teori dan Praktek. Bandung: Rineka Putra, 2006.

Chambert-Loir, Henri. Iman dan diplomasi: serpihan sejarah kerajaan bima. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), 2010.

Chambert-Loir, Henri. Kerajaan Bima: dalam Sastra dan Sejarah. Cet. 11; Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), 2004.

Haris, Tawalinuddin, Susanto Juhdi, dan Triana Wulandari, Kerajaan Tradisional di Indonesia : Bima. Jakarta: CV. Putra Sejati Raya, 1997.

Koentjaraningrat. Bunga Rampai Kebudayaan Mentaliteit dan Pembangunan. Jakarta: PT. Gramedia, 1974.

Koentjaraningrat. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Cet.XIII, Jakarta: PT. Gramedia, 1987.

M.C Rickles, Sejarah Indonesian Modern,Cet I. Yogyakarta. Gajah Mada university Press, 1998.

M.fachrir Rahman, Kebangkitan Islam di dana Mbojo Mataram: Alam Tara Learning Institute, 2000

Munawir Chalil, Kelangkapan Tarik Nabi Muhammad Saw Cet. III; Jakarta: PN. Bulan Bintang 1965.

Mulyana, Metodelogi Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional, 2001.

Muhammad Mualimbunsu Syam, Motivasi Perang sabil di Nusantara: Kajian Kitab Ramalan Joyoboyo, Dalailul-Khairat, dan Hikayat Perang Sabil. Cet. I: Ciputat, Tangerang Selatan: Media Madania, 2013.

Mahmoud M. Ayoub, Islam antara Keyakinan dan Praktek Ritual Yogyakarta: AK GROUP, 2004.

Safi,I, Lalu dan Imran, Pesona Kabupaten Bima. Cet I; Mataram: Ardadizya Jaya, 2000.

Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2010

Suhartono W pranoto, Teori dan Metode Sejarah Cet. I Yogyakarta: Graha Ilmu 2010,

Suhartono W pranoto, Teori dan Metode Sejarah Cet. I Yogyakarta: Graha Ilmu 2010, S. J S, Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia,

Silalahi, Ulber. Metode Penelitian Sosial. Cet. Ketiga. Bandung : PT. Refika Aditama, 2012.

Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada, 2010

Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa, Jakarta: Balai Pust aka, edisi ketiga, 2003.

Published

2024-09-30

How to Cite

Bima, A., & Mujiono Sang Putra. (2024). Budaya Hadrah Dalam Upacara Adat di Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima (Kajian Literasi Budaya Lokal Bima). JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Lingkungan, 3(1), 52–62. Retrieved from https://jurnal.stkip-al-amin-dompu.ac.id/index.php/jpsl/article/view/51