Memahami Wacana Media Melalui Kacamata Teun A. van Dijk
Keywords:
Wacana, Media, Van Dijk, Waca KritisAbstract
Media massa menyediakan berbagai informasi tentang isu yang sedang berkembang di tengan masyarakat. Dewasa ini, media massa tidak dapat dilepaskan dari kepentingan yang berada di baliknya. Apalagi, perusahaan media massa yang ada banyak dikuasai oleh pengusaha yang merangkap sebagai politisi. Oleh sebab itu, wacana media sulit dilepaskan dari kepentingan siapa yang berkuasa di balik media itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model analisis wacana dalam pandangan Teun A. Van Dijk. Ia merupakan salah satu pemikir yang telah memberikan sebuah pemahaman bagaimana wacana media seharusnya diperlakukan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, sedangkan dalam analisisnya peneliti menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, gagasan tentang analisis wacana media yang dikemukakan Teun A. van Dijktidak hanya melokalisir teks dari konteks yang melingkupinya, tetapi merupakan satu kesatuan yang melahirkan makna. Menurutnya, wacana terdiri dari tiga dimensi yang melingkupi language use, communication of beliefs (cognition), dan interaction in sosial situation. Sehingga, Teun A. van Dijkmelihat bahwa makna wacana media dikonstruksi sedemikian rupa agar sesuai dengan kepentingan pihak-pihak yang berada di baliknya. Hal itu sekaligus menunjukkan kelemahananalisis teksyang memisahkan teks dari kontes sosial serta ideologi yang melingkupinya.
References
Arifin, S. (2005). Ideologi dan Praksis Gerakan Sosial Kaum Fundamentalis. Malang: UMM Press.
Chomsky, N. (2009). Politik Kuasa Media. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.
Chouliaraki, L., dan Fairclough, N. (1999). Discourse in Late Modernity: Rethinking Critical Discourse Analysis. Edinburgh: Edinburgh University Press.
Eriyanto. (2011). Analisis Framing. Yogyakarta: LKIS.
. (2009). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.
Fairclough, N. (1989). Language and Power. London: Longman.
. (2003). Analysing Discourse: Textual Analysis for Social Research. London: Routledge.
Flowerdew, J. (2008). Critical Discourse Analysis and Strategies of Resistance. New York: Routledge.
Gramsci, A. (1976). Selection from the Prison Notebooks, Quintin Hoaire dan Nowell Smith (ed). New York: International Publisher.
Hikam, M. A. S. (1996). Penghampiran Discursive Practice, dalam Yudi Latif dan Idi Subandy Ibrahim (ed.), Bahasa dan Kekuasaan: Politik Wacana di Panggung Orde Baru. Bandung: Mizan.
Hidayat, A. R. (2006). Bahasa dan Hegemoni Kekuasaan
(Telaah atas Kekerasan Simbolik di dalam Media). Karsa, Vol. IX No. 1. April 2006.
Hidayat, K (ed.). (2014). Kontroversi Khilafah: Islam, Negara, dan Pancasila. Bandung: Mizan.
Heywood, A. (1992). Political Ideologies: An Introduction. London: Macmillan.
Moelong, L. J. (2013). Methodologi Penelitian Kualitatif. Bandug: Remaja Rosdakarya.
Rahmat, J. (1994). Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya.
Santosa, R. (2014). Metode Penelitian Kualitatif Kebahasaan. Draf Buku. Surakarta: Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS.
Schiffrin, D. (2007). Ancangan Kajian Wacana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Simon, R. (1991). Gagasan-Gagasan Politik Gramsci. Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan Insist.
Titscher, S., dkk. (2009). Metode Analisis Teks dan Wacana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Van Dijk, T. A. (Ed). (1997). Discourse as Structure and Process. London: SAGE Publications Ltd.
. (1991). Racism and the Press. London: Routledge.
. (1988a). News Analysis (Case Studies of International and National News in The Press). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.
. (1988b). News As Discourse. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.
. (1984). Dialoge and Cognition dalam Vaina, Lucia dan Hintikka, Jaakko (Eds.). Holland: D. Riedel Publishing.
. (1980). Macrostructure: An Interdisciplinary Study of Global Structures in Discourse, Interaction, adn Cognition. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.



